IKHLAS DALAM BERAMAL
IKHLAS DALAM BERAMAL
Ma’had ‘aly assyamsuriyah
Pondok pesantren Tarbiyatul ulum
Pekuwon, Rengel, Tuban
Emal : kangjien98@gmail.com
PENDAHULUAN
Sebagai hamba Allah sudah semestinya harus beramal, beribadah dan menyembahNya. Namun dalam beramal ibadah agar diterima disisinya, Allah memerintahkan untuk ikhlas. Bagi seorang hamba yang mempunyai hati yang cerdas dengan pengetahuan keimananya dan cahaya alqur'an dia akan tahu, bahwa tidak akan sampai pada keberuntungan akhirat kecuali dengan ilmu dan ibadahnya. Dalam kitab ihya' ulumuddin Imam Ghozali berkata:
فَالنّاُس كُلُّهُمْ هَلكَى إلّا العَالِمُونَ وَالعَالَمون كلّهم هلكى إلا العَامِلُونَ والعَاملونَ كلّهم هلكى إلا المُخْلِصُونَ والمخلصون عَلَى خَطَرٍ عَظِيْمٍ.
"Semua manusia itu rusak kecuali orang yang berilmu, orang yang berilmu itu semua rusak kecuali orang yang beramal, orang yang beramal itu semua rusak kecuali orang yang ikhlas, dan orang-orang yang ikhlaspun masih dalam kekhawatiran yang besar".
Namun dalam amal dan ikhlaspun harus ada niat yang baik, karena hal-hal yang bersifat ibadah itu sahnya tergantung niat.
فَالعَمَلُ بِغَْيرِ نِيَّةٍ عِنَاءٌ والنِّيُّة بغير إخلاصٍ رِياءُ وهو للنِّفاقِ كفاءٌ ومع العِصيانِ سَوَاءُ والإخلاصُ من غير صِدقٍ وتحقيقٍ َهبَاءٌ
"Amal tanpa niat itu terganggu (memprihatinkan), dan niat tanpa keikhlasan itu riya' itu termasuk kemunafikan dan sama dengan maksiat, ikhlas tanpa kejujuran itu seperti hamburan debu.
Jadi dalam beramal jangan lupakan niat yang hakikat dan ikhlas semata-mata hanya karena Allah SWT dan keridhoanNya.
PEMBAHASAN
Ikhlas dalam bahasa artinya murni/memurnikan, dan dalam istilah adalah bertujuan melakukan sesuatu ibadah untuk Allah azza wa jalla dan menuruti perintahNya. Dan antonimnya adalah riya' yaitu melakukan sesuatu tujuannya karena selain Allah. Dalam Q.S Albayyinah: 5 Allah berfirman:
وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
Artinya: "Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)".
Dan dalam Q.S. al hajj:37 Allah berfirman:
{لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ}
Artinya: "Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu".
Dan Q.S. Ali Imron:29 Allah berfirman:
{قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ}
Artinya: " Katakanlah (Wahai Muhammad), "Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hati kamu atau kamu nyatakan, Allah pasti mengetahuinya."
Dan dalam hadis riwayat muslim menjelaskan,
وَعَنْ أبي هُريْرة عَبْدِ الرَّحْمن بْنِ صخْرٍ رضي الله عَنْهُ قَالَ: قالَ رَسُولُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: "إِنَّ الله لا يَنْظُرُ إِلى أَجْسامِكْم، وَلا إِلى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ "رواه مسلم.
Dari Sahabat Abi Huroiroh rodhiallohu ‘anhu, yakni ‘Abdurrohman bin Shokr mengatakan: Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda;
“Sejatinya Alloh (laa yandhuru ila ajsamikum) tidak melihat pada tubuh atau jasad kalian, juga tidak melihat pada wajah kalian, tetapi Dia melihat pada hati kalian dan amal kalian” [HR Muslim]
Perintah dalam Al qur'an dan hadis menjelaskan bahwa dalam segala yang dilakukan agar diterima disisiNya haruslah diniati dengan ikhlas.
SEBAB-SEBAB BISA BERAMAL DENGAN IKHLAS.
Dalam kitab al 'aqlu wal hawa karangan Imam Tirmidzi menerangkan sebab-sebab bisa beramal dengan ikhlas ada tujuh
1. Tawakkal (berpasrah) kepada Allah
2. Menyerahkan amalnya kepada Allah
3. Tidak putus asa dari manusia
4. Ingat atas lemahnya manusia
5. Ingat kemuliaan Allah
6. Ingat balasan amal setelah mati
7. Ingat godaan syaitan yang memberi bisikan untuk riya' dan dipuji.
TANDA-TANDA IKHLAS
1. Takut pujian dari manusia, karena itu bisa menolak amal
2. Tidak takut atas celaan manusia
3. Tidak suka membuat-buat alasan, karena itu bukan ikhlas.
Maka semua amal itu tergantung niat dan keihlasannya, Dari begitu pentingnya ikhlas semoga kita termasuk orang-orang yang bisa beramal dengan ikhlas dan selalu diberi kemudahan dan petunjuk serta hidayah mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat Amiin...! Dan semoga tulisan ini ditulis dengan ikhlas.
DAFTAR RUJUKAN
Q.S. Albayinah: 5
Q.S. Alhajj : 37
Q.S. Ali imron : 29
Kitab Riyadlussolihin.
Kitab Ihya' ulumuddin
Kitab al aqlu wal hawa
Biografi penulis,
Achmad Muchorozin kelahiran Tuban juni 1993 kuliah di Ma’had aly assamsuriyah Pekuwon, lulusan SD karangtinoto II, Mts al ma’arif Rengel, SMA tarbiyatul ulum pekuwon, dan mengabdi di Ponpes Tarbiyatul ulum Pekuwon Rengel Tuban, pernah menjadi seksi perlengkapan dan kebersihan, menjadi seksi ma’arif/pendidikan mulai 2015-2019, dan seksi dokumentasi pertama pada tahun 2018 dan mulai tahun 2020 dan menjadi ketua II ponpes tarbiyatul ulum, dan masih aktif sebagai staf di pdf muhadloroh assyamsuriyah pekuwon dari tahun 2016. Artikel pertama ma’funya lorong kamar mandi masjid dan semisalnya, Zakat melalui imam dan IKHLAS dalam beramal.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar