TIPS BERSEDEKAH YANG BENAR.

TIPS BERSEDEKAH YANG BENAR.


   Sedekah adalah Sesuatu yang diberikan kepada orang yang Membutuhkan, sekalipun tidak ada tujuan mengharapkan pahala, atau diberikan kepada orang kaya dengan harapan mendapat pahala di akhirat.

   Sedekah termasuk kesunahan dalam agama islam, maka ibarat perniagaan ibadah wajib adalah sebagai modal dan ibadah sunah adalah sebagai keuntungan. Terkadang sedekah hukumnya bisa menjadi wajib seperti bersedekah kepada seorang yang kelaparan dan orang yg bersedekah mempunyai makanan yang lebih dari kebutuhannya. 

Dalam Al qur'an difirmankan:

مَّن ذَا ٱلَّذِی یُقۡرِضُ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنࣰا فَیُضَـٰعِفَهُۥ لَهُۥۤ أَضۡعَافࣰا كَثِیرَةࣰۚ

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik,maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.

Dan dalam sebagian hadist disabdakan:

اتقوا النار، ولو بشق تمرة، فإن لم تجدوا فبكلمة طيبة

Takutlah terhadap Neraka, meskipun (bersedekah) dengan setengah kurma, dan jika Anda tidak menemukannya, maka (bersedekah) dengan kata-kata yang baik.

   Maka dalam ayat tersebut menjelaskan sedekah yang dilipat gandakan itu adalah sedekah yang caranya baik, berarti sedekah yang caranya tidak baik maka sedekahnya tidak diterima, seperti firman-Nya:

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لَا تُبۡطِلُوا۟ صَدَقَـٰتِكُم بِٱلۡمَنِّ وَٱلۡأَذَىٰ كَٱلَّذِی یُنفِقُ مَالَهُۥ رِئَاۤءَ ٱلنَّاسِ وَلَا یُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلۡیَوۡمِ ٱلۡـَٔاخِرِۖ

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekah kamu dengan menyebut-nyebutnya (mengungkit-ungkit) dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir.


   Imam Al-Kurdi mengatakan makna manna (mengungkit-ungkit) dalam ayat adalah meampakkan pemberianyan dengan cara menyebutkannya dan mengucapkan apa yang diberikan, artinya dia menyombongkannya dengan pemberianya.

Makna yang dipilih oleh Imam Alghazaly Hakikat manna (mengungkit-ungkit) adalah bahwa ia memandang dirinya sendiri sebagai orang yang baik dan sebagai pemberi. Sehingga dengan adanya pemberian darinya berdampak mendapatkan ucapan terimakasih, dimintai permohonan, pelayanan, ingin dihormati, diagungkan, diberi hak, selalu dikedepankan dalam majelis, dan dalam urusanlainya.


(Diriwayatkan) ketika Sayidah Aisyah radhiyallahu 'anha memberikan sedekah kepada seseorang, sayidah Aisyah akan mengirim utusan untuk mengikuti seorang yang diberi ke kediamannya untuk mengetahui apakah dia akan mendoakan sayidah Aisyah atau tidak? Maka sayidah Aisyah doakan dia (orang yang diberi) seperti doanya, agar doanya (orang yang diberi) tidak mengurangi pahalanya. Dan ini adalah puncaknya berhati hati dalam sedekah agar pahalanya tidak berkurang.



Maka sedekah bisa tertolak sebab ada manna(mengungkit-ungkit), maka hendaknya sedekah dilakukan dengan cara rahasia agar terhindar dari mengungkit-ungkit, atau dengan mensuritauladani sayidah Aisyah.


Daftar Rujukan

Q.S. Albaqoroh

Fathul mu'in

I'anatuttholibin.



Biografi penulis,


Achmad Muchorozin kelahiran Tuban juni 1993 kuliah di Ma’had aly assamsuriyah Pekuwon, lulusan SD karangtinoto II, Mts al ma’arif Rengel, SMA tarbiyatul ulum pekuwon, dan mengabdi di Ponpes Tarbiyatul ulum Pekuwon Rengel Tuban, pernah menjadi seksi perlengkapan dan kebersihan, menjadi seksi ma’arif/pendidikan mulai 2015-2019, dan seksi dokumentasi pertama pada tahun 2018 dan mulai tahun 2020 dan menjadi ketua II ponpes tarbiyatul ulum, dan masih aktif sebagai staf di pdf muhadloroh assyamsuriyah pekuwon dari tahun 2016. Artikel pertama ma’funya lorong kamar mandi masjid dan semisalnya, Zakat melalui imam dan IKHLAS dalam beramal, Tips bersedekah yang benar.



Achmad muchorozin

Ma’had ‘aly assyamsuriyah

Pondok pesantren Tarbiyatul ulum

Pekuwon, Rengel, Tuban

Emal : kangjien98@gmail.com



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Idhotun nasyiin bag 2